CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Warga RI Antre Beli Rumah Subsidi "Mengular", Kenapa Penjualan Seret?

Warga RI Antre Beli Rumah Subsidi "Mengular", Kenapa Penjualan Seret?
Foto: Suasana proyek pembangunan perumahan di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Harga hunian rumah hunian masih menunjukkan kenaikan pada kuartal IV-2020 namun laju kenaikan melambat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyaluran rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tengah menghadapi tekanan. Namun, persoalannya dinilai bukan semata-mata karena daya beli masyarakat yang melemah, melainkan juga terganggunya pasokan rumah akibat hambatan perizinan dan kebijakan di sejumlah daerah.

Salah satu persoalan terbesar berasal dari moratorium izin pembangunan perumahan di Jawa Barat. Padahal, wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu pemasok utama rumah subsidi nasional. Kebijakan moratorium atau penghentian sementara izin pembangunan perumahan di Jawa Barat resmi diberlakukan melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 180/HUB.03.08.02/DISPERKIM tertanggal 13 Desember 2025.

"Karena selama 30 tahun, Jawa Barat itu dominan. Sekitar 40% pasokan berasal dari sana. Dua tahun ini terganggu karena moratorium perizinan," ujar Pengamat properti Panangian Simanungkalit kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/11/26).

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Ferry Sandi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda