Produksi Nikel RI Masih Jor-Joran, Dunia Banjir Pasokan-Harga Jatuh!

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengakui kondisi kelebihan pasokan (oversupply) nikel di pasar global yang mencapai hampir 800.000 ton akibat produksi di Indonesia yang masih 'jor-joran'. Peningkatan volume produksi nikel asal Indonesia tersebut telah menekan harga nikel global hingga berada di bawah level US$ 16.000 per ton.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan bahwa total kebutuhan nikel dunia saat ini berada di angka 3,5 juta ton per tahun.
Dia menegaskan bahwa penurunan harga nikel hingga ke kisaran US$ 15.800 per ton dipicu oleh ketidakseimbangan antara tingginya volume produksi nasional dan kapasitas penyerapan pasar.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Firda Dwi Muliawati. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
