3 Maskapai Raksasa China Terancam Rugi, Kinerja Anjlok 98%
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3970144/original/019340800_1647860858-79369490_118203639409841_6142504176871269344_n.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Tiga maskapai penerbangan terbesar di China berpotensi menanggung kerugian sepanjang tahun 2026. Kepastian ini terlihat setelah ketiganya mencatatkan kinerja kuartal ketiga yang jauh lebih lemah dibanding tahun lalu akibat lonjakan harga bahan bakar pesawat, rendahnya tarif penerbangan domestik, serta gangguan badai topan pada periode yang biasanya paling menguntungkan.
Berdasarkan konsensus estimasi analis yang dihimpun LSEG (London Stock Exchange Group), Air China dan China Eastern Airlines kini bersiap menghadapi kerugian bersih tahunan selama tujuh tahun berturut-turut sejak pandemi Covid-19.
Sementara itu, China Southern Airlines yang sempat kembali mencetak laba pada 2025 untuk pertama kalinya sejak 2019, juga diperkirakan bakal kembali menanggung kerugian.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Idris Rusadi Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)


