Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mewaspadai risiko kenaikan inflasi pangan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlanjut hingga awal 2027. BI memprioritaskan pengamanan pasokan beras, cabai, dan bawang merah, terutama di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Bali dan Nusa Tenggara (Bali Nusra), serta Sumatra.
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan inflasi pangan bergejolak (volatile food) meningkat menjadi 5,03%.
“Memang El Nino ini berpengaruh karena sekarang terlihat berkepanjangan dan diperkirakan akan lebih dari tahun 2026, akan awal 2027,” ujar Ricky dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9388462/original/019871400_1793615779-0L5A2238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388926/original/018357900_1793689158-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_13.33.53.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388867/original/044159100_1793686726-pramono.jpeg)