Menkeu Waspada Kenaikan Harga Pangan, Ganggu Pertumbuhan Ekonomi RI?

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mewaspadai inflasi harga pangan bergejolak (volatile food). Sebab, saat ini beberapa wilayah berada dalam fase kekeringan yang berdampak pada produksi pangan dan inflasi.
Inflasi komponen pangan bergejolak mencapai 5,81% secara tahunan (year-on-year) pada Oktober 2026, berdasarkan data BPS. Secara bulanan, inflasi komponen pangan bergejolak berada pada level 0,77%. Meski demikian, pemerintah melakukan koordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan.
"Perlu kita waspadai adalah volatile food karena sedang dalam kekeringan. Jadi memang harus kita waspadai terus ke depannya, seperti apa produksi barang-barang kita. Kita tingkatkan, kita koordinasi terus di pemerintah memastikan ketersediaan pangan, ya volatile food," ujar Suahasil kepada awak media di Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Selasa (3/10/2026).
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Dovana Hasiana. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9388462/original/019871400_1793615779-0L5A2238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388926/original/018357900_1793689158-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_13.33.53.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388867/original/044159100_1793686726-pramono.jpeg)