CNN Indonesia Bacaan 3 menit

Polda Jatim Buka Suara soal Viral Presiden BEM Unair Diamankan Polisi

Polda Jatim Buka Suara soal Viral Presiden BEM Unair Diamankan Polisi
Ilustrasi penangkapan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Polda Jawa Timur buka suara soal viral kabar penangkapan dan serangkaian proses pemeriksaan terhadap Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair) Rizqi Senja Wirawan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya beredar kabar di media sosial bahwa Penyidik Direktorat Reserse Siber dikabarkan menjemput Rizqi Senja di kediamannya, Senin (19/10) lalu.

Saat dikonfirmasi perihal kabar viral yang beredar di media sosial tersebut, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast membenarkan informasi tersebut.

"Betul, betul. Benar ada [Rizqi Senja diamankan dan diperiksa polisi]," kata Jules kepada CNNIndonesia.com di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (27/10).

Namun Jules, mengaku belum bisa membeberkan secara detail perkara atau dalam kasus apa Rizqi Senja ditangkap dan diperiksa. Ia mengaku akan menjelaskannya pada kesempatan lain.

"Nanti secara detail tentu iya, nanti kita akan disampaikan, ya. Sehingga kalau ini kalau satu persatu tentu akan tidak detail, nanti secara detail nanti akan saya sampaikan secara seluruh rekan-rekan media saja secara keseluruhan, ya," ucapnya.

Pemeriksaan terhadap Rizqi Senja ini menuai polemik lantaran waktunya sangat berdekatan dengan agenda silaturahmi Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono dengan BEM se-Jatim pada Selasa (20/11).

Jules pun memastikan pemeriksaan terhadap Rizqi itu merupakan murni proses hukum, dan tidak memiliki sangkut paut sama sekali dengan acara undangan silaturahmi bersama Kapolda Jatim.

"Kalau terkait dengan proses pemeriksaan maupun perlakuan terhadap perangkat dokumen seluler [terhadap Rizqi], iya, yang bersangkutan [diperiksa]," kata Jules.

"Tapi itu perkara yang berbeda. Jadi tidak ada kaitan antara proses silaturahmi, undangan Bapak Kapolda yang dilakukan, dengan terkait dengan proses pemeriksaan dari BEM Unair. Begitu ya. Itu perkara yang berbeda. Sehingga nanti tentu nanti kita harus sampaikan kronologi fakta apa yang kita temukan secara rinci, nanti dalam konteks yang berbeda," tambahnya.

Lanjutkan membaca di CNN Indonesia

Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda