Dradjad Bongkar Masalah Industri RI, Sawit dan Petrokimia Belum Maksimal

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah besar dalam memperkuat industri manufaktur. Salah satunya karena pengembangan industri petrokimia yang dinilai terlambat.
Padahal, sektor ini menjadi salah satu fondasi penting bagi industri hilir, termasuk produksi plastik dan berbagai barang kebutuhan sehari-hari.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad H. Wibowo menyoroti belum optimalnya pengembangan industri petrokimia di dalam negeri. Keterlambatan tersebut membuat Indonesia belum mampu membangun rantai industri yang kuat dari hulu hingga hilir.
Dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Dradjad menyinggung bagaimana Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam hilirisasi industri. Ia menilai, pengembangan industri tidak cukup berhenti pada pengolahan bahan mentah menjadi produk antara, tetapi harus dilanjutkan hingga menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Dovana Hasiana. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390469/original/072178300_1793842241-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_08.23.45.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3464676/original/093645700_1621928371-20210525-Pabrik-Tahu-TALLO-6.jpg)