Ujian Ketahanan Industri Nasional di Tengah Gejolak Kurs
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3464676/original/093645700_1621928371-20210525-Pabrik-Tahu-TALLO-6.jpg)
Persoalan yang dihadapi perajin tahu dan tempe hanya sebagian kecil dari tantangan industri nasional. Ketergantungan terhadap bahan baku dan barang modal impor membuat banyak sektor rentan terhadap pelemahan rupiah.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, mencatat impor bahan baku dan barang penolong mencapai US$ 150,57 miliar atau sekitar 71,5% dari total impor nasional. Sementara impor barang modal mencapai US$ 41,55 miliar atau sekitar 19,7%.
“Impor bahan baku dan barang penolong tercatat mencapai US$ 150,57 miliar atau sekitar 71,5% dari total impor nasional, dengan pertumbuhan sebesar 21,11%. Sementara itu, impor barang modal mencapai US$ 41,55 miliar atau sekitar 19,7% dari total impor, tumbuh 16,49%,” kata Shinta.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382864/original/070843500_1793015443-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_11.45.03_AM.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390509/original/071141200_1793846155-29aafb17-ce88-44c9-abcd-672207c33ab0.jpeg)