Ada Upaya Menyelesaikan Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Tergelincir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569339/original/097080000_1777438673-5.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak mentah turun untuk sesi kedua berturut-turut pada Selasa, 27 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta) dipicu oleh upaya diplomatik baru untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip CNBC, Rabu (28/10/2026), harga minyak Brent menjadi acuan internasional, turun 1,7% dan ditutup di US$ 113,88 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 1,8% dan menetap di harga US$ 99,90 per barel.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, bertemu dengan pejabat tinggi keamanan nasionalnya, Mohsen Rezaei, untuk membahas syarat-syarat Iran dalam mengakhiri perang dengan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan melalui unggahan dalam bahasa Inggris di akun media sosial sang pemimpin tertinggi pada Selasa.
Menurut unggahan tersebut, Khamenei menyatakan, situasi saat ini yang bukan merupakan perang maupun perdamaian harus segera diakhiri. Ia membahas upaya "menjaga keamanan nasional dan regional dengan mempertahankan kendali" atas Selat Hormuz.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Arab Saudi dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengadakan pembicaraan langsung di Teheran pada Senin guna meredakan ketegangan. Pejabat tinggi militer dan intelijen dari Pakistan serta Turki, negara-negara yang bersekutu dengan Arab Saudi juga turut serta dalam pertemuan tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, Arab Saudi telah berulang kali diserang oleh kelompok militan Houthi yang berafiliasi dengan Iran. Kelompok Houthi telah membombardir infrastruktur energi serta target-target sipil, seperti bandara.
Serangan-serangan dari kelompok Houthi ini mengancam kelancaran ekspor minyak Arab Saudi, yang selama delapan bulan konflik di kawasan tersebut terbukti tetap stabil.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, sebagaimana dikutip oleh media pemerintah Tasnim, menyatakan pembicaraan di Teheran merupakan langkah menuju kerja sama keamanan regional, dan konsultasi lebih lanjut dimungkinkan untuk dilakukan.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Agustina Melani. Hak cipta artikel milik penerbit.



