Sering Diabaikan, 5 Kebiasaan Mengemudi Ini Bisa Cegah Kecelakaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382611/original/026617400_1793003164-IMG_4899.webp)
Liputan6.com, Jakarta - Mengemudi di jalan raya membutuhkan konsentrasi, kewaspadaan, dan kemampuan mengantisipasi berbagai risiko. Pasalnya, pengemudi tidak bisa mengendalikan perilaku pengguna jalan lain. Pengemudi di depan bisa saja mengerem mendadak, berpindah jalur tanpa menyalakan lampu sein, atau salah memperhitungkan jarak dengan kendaraan di sekitarnya.
Meski demikian, setiap pengemudi tetap dapat mengendalikan cara berkendara dan kesiapan dalam menghadapi situasi berbahaya. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menerapkan mengemudi defensif atau defensive driving.
Mengemudi defensif merupakan teknik berkendara yang mengutamakan kesadaran, kewaspadaan, dan kemampuan mengantisipasi risiko. Pengemudi tidak hanya bereaksi ketika bahaya muncul, tetapi juga aktif mengenali potensi bahaya dan menyesuaikan cara berkendara untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Prinsip dasar mengemudi defensif adalah tidak berasumsi bahwa pengemudi lain akan selalu tertib atau mengambil keputusan yang tepat.
Dengan memahami prinsip ini, pengemudi dapat menjaga jarak aman, membaca situasi lalu lintas, dan memiliki waktu yang cukup untuk mengambil tindakan ketika menghadapi kondisi tak terduga.
Dikutip dari laman Motor1, Selasa (27/10/2026), ada sejumlah kebiasaan dasar yang perlu dikuasai setiap pengemudi untuk menerapkan teknik mengemudi defensif. Kebiasaan ini tidak membutuhkan mobil mahal atau fitur keselamatan canggih, tetapi membutuhkan konsistensi dan disiplin saat berada di balik kemudi.
Berikut lima kebiasaan mengemudi defensif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keselamatan saat berkendara di jalan raya.
1. Menjaga Jarak Aman dengan Kendaraan di Depan
Menjaga jarak aman menjadi salah satu prinsip terpenting dalam mengemudi defensif. Jarak yang cukup memberikan waktu bagi pengemudi untuk bereaksi ketika kendaraan di depan mengerem mendadak atau menghadapi hambatan.
Salah satu panduan yang dapat digunakan adalah aturan tiga detik. Pilih objek tetap di pinggir jalan sebagai patokan, kemudian hitung waktu sejak kendaraan di depan melewatinya hingga kendaraan Anda mencapai titik yang sama.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Muhammad Luthfi Naufal Aqilah. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383252/original/076620400_1793076623-IMG_4938.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382633/original/019628800_1793004453-IMG_4901.jpeg)
