CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Melania Trump Turun Tangan, Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Melania Trump Turun Tangan, Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Jakarta, CNBC Indonesia - Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump mengeklaim berhasil memediasi gencatan senjata terbatas antara Rusia dan Ukraina di Kota Oleshky, wilayah selatan Ukraina. Kesepakatan tersebut memungkinkan penghentian sementara seluruh aktivitas militer di kota itu untuk membuka akses bantuan kemanusiaan sekaligus mempersiapkan evakuasi warga sipil melalui jalur aman yang telah ditentukan.

Gencatan senjata lokal tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 29 Oktober 2026.

Melania mengatakan kondisi warga yang masih bertahan di Oleshky sangat memprihatinkan. Kota itu berada di garis depan pertempuran, sementara sebagian besar penduduk yang tersisa merupakan warga lanjut usia yang membutuhkan pertolongan medis, obat-obatan, makanan, dan air bersih.

"Situasi di Oleshky sangat buruk. Oleshky adalah kota perang di garis depan yang berada di ambang bencana. Penduduk Oleshky yang tersisa sebagian besar terdiri dari warga lanjut usia yang sangat membutuhkan perawatan medis, obat-obatan, makanan, dan air bersih," kata Melania Trump dalam keterangan resmi yang dirilis Gedung Putih, Selasa (27/10/2026) waktu setempat.

Ia menambahkan pasokan listrik di kota tersebut terbatas. Warga juga harus hidup di tengah jalan-jalan yang dipasangi ranjau dan serangan militer yang terus terjadi.

"Sangat jelas bahwa tanpa intervensi saya, kemungkinan untuk membawa bantuan kemanusiaan ke kota tersebut dan mengevakuasi warga lanjut usia tidak akan mungkin terwujud," tuturnya.

Menurut Melania, dirinya bersama seorang perwakilan telah berkomunikasi langsung dengan para pemimpin Rusia dan Ukraina untuk merumuskan ketentuan gencatan senjata tersebut. Ia mengaku menginisiasi pembicaraan dengan kedua negara dan menyelaraskan tujuan kesepakatan, prosedur teknis, jadwal, mekanisme pelaksanaan, hingga persyaratan lainnya dalam kapasitasnya sebagai mediator eksklusif.

Melania mengatakan para pejabat sipil nonmiliter dari kedua negara akan bekerja sama mendatangi rumah-rumah warga Oleshky untuk menilai bantuan yang dibutuhkan masing-masing keluarga. Warga yang ingin meninggalkan kota itu akan mendapatkan dukungan terkoordinasi serta transportasi menuju tujuan pilihan mereka.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh luc. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda