Danantara Siapkan Model Bisnis Baru Danareksa, Target Mulai 2027

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengarahkan Danareksa untuk menjadi pengelola dan operator kawasan industri terintegrasi dalam memperkuat pertumbuhan industri nasional. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, transformasi ini merupakan bagian dari konsolidasi dan penyederhanaan struktur usaha (streamlining) BUMN yang dilakukan sepanjang 2026. Melalui langkah tersebut, Danareksa akan difokuskan sebagai operator kawasan industri yang tidak hanya menyediakan fasilitas bagi pelaku usaha, tetapi juga mengembangkan ekosistem terintegrasi untuk mendukung aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi. "Hanya akan fokus menjadi operator kawasan industri. Yang diharapkan itu KEK, kawasan industrial estate itu benar-benar menjadi kota, nanti kan kita ada smart city di dalamnya," ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Rabu (28/10/2026).
Konsolidasi mencakup 12 kawasan industri dalam portofolio BUMN, dengan lima kawasan siap memasuki tahapan transaksi. Penataan ini menjadi fondasi bagi Danareksa untuk menyusun model bisnis baru, mengidentifikasi sumber pendapatan, serta merumuskan arah pengembangan kawasan industri secara lebih terarah. Dony menekankan, proses konsolidasi dan streamlining perlu dituntaskan pada 2026 agar penataan model bisnis dapat dimulai pada 2027. Untuk itu, Danareksa didorong segera merampungkan roadmap pengembangan kawasan industri sebagai acuan dalam menentukan strategi dan prioritas pengembangan ke depan. "Karena kawasan industri ini akan menjadi salah satu enabler untuk menarik investor masuk ke Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga pengembangan ini harus dilakukan secara masif," ujar Dony. Selain berorientasi pada pertumbuhan bisnis, transformasi Danareksa juga membawa mandat strategis untuk mendukung kepentingan nasional. Kawasan industri diharapkan menjadi penggerak masuknya investasi, mempercepat pertumbuhan industri dalam negeri, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja. "Karena kawasan industri ini, ingat, kita tidak sama seperti kawasan industri swasta. Kita ada tugas negara juga yang harus kita jalankan, yaitu mengundang sebanyak mungkin investasi masuk ke Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan," ujar Dony. Melalui konsolidasi dan transformasi tersebut, BP BUMN bersama Danantara mendorong Danareksa membangun model pengelolaan kawasan industri yang lebih terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran BUMN dalam menarik investasi dan mendorong penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Romys Binekasri. Hak cipta artikel milik penerbit.



