Terungkap! Ini Deretan Kebijakan BI Perdalam Pasar Uang dan Valas 2027

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) tengah memperkuat sinergi dalam pengembangan produk, perluasan partisipasi pelaku pasar, dan penguatan infrastruktur pasar keuangan.
Penguatan ini dilakukan supaya pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA) RI menjadi lebih likuid, efisien, dan berintegritas. Sebagai sebagai upaya untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta mendukung pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
"Keberhasilan pendalaman PUVA tidak cukup berhenti pada tersedianya ketentuan dan infrastruktur, tetapi harus tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi, perluasan partisipasi pelaku pasar yang kompeten, pembentukan harga yang semakin baik, serta penguatan tata kelola dan integritas pasar," tegas Gubernur BI Destry Damayanti dalam High Level Meeting (HLM) BI bersama APUVINDO yang turut melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku industri di Jakarta, dikutip Rabu (28/10/2026).
Destry mengatakan, pentingnya percepatan implementasi Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (BPPU) 2030 dengan mengarahkan fokus pengembangan PUVA dari penguatan fondasi menuju peningkatan aktivitas dan pemanfaatan produk serta infrastruktur pasar.
Implementasi BPPU 2030 terus diperkuat melalui pengembangan produk, pembentukan harga, peningkatan kapasitas pelaku, dan penguatan infrastruktur pasar keuangan.
Berbagai capaian strategis menurutnya telah dihasilkan antara lain pengembangan transaksi repo untuk meningkatkan likuiditas pasar uang, penguatan INDONIA sebagai referensi suku bunga, serta pengembangan instrumen lindung nilai dan transaksi valuta asing.
Capaian itu didukung penguatan peran Dealer Utama PUVA, peningkatan kompetensi dan integritas pelaku pasar, serta pengembangan infrastruktur untuk mendukung transaksi yang lebih efisien dan aman.
Memasuki 2027, BI bersama APUVINDO akan mengakselerasi implementasi BPPU 2030 melalui empat prioritas strategis, yaitu pengembangan pasar uang, pengembangan pasar valuta asing, penguatan pelaku pasar, dan pengembangan infrastruktur pasar keuangan.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Arrijal Rachman. Hak cipta artikel milik penerbit.



