Liputan6 Bacaan 1 menit

Serapan Tenaga Kerja Naik Tapi Kesejahteraan Mandek, Apa yang Terjadi?

Serapan Tenaga Kerja Naik Tapi Kesejahteraan Mandek, Apa yang Terjadi?
Aktivitas pekerja saat waktu istirahat kerja Kawasan Pembangunan MRT Monumen Nasional (monas). Sebanyak 58% pekerja di Indonesia berada di sektor informal dengan gaji median Rp 2 juta.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tantangan di pasar tenaga kerja kian berat akibat belum setaranya kesempatan kerja bagi perempuan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan hanya mencapai 56,4% pada 2024, jauh tertinggal dibandingkan TPAK laki-laki yang berkisar 82%–85%.

Tak hanya itu, pendapatan median pekerja perempuan tercatat 39% lebih rendah dibandingkan laki-laki. Sekitar satu dari empat perempuan yang bekerja juga masih berstatus sebagai pekerja keluarga tanpa menerima upah.

Menurut Wisnu, rendahnya kualitas pekerjaan berhubungan erat dengan transformasi ekonomi yang belum optimal. Kendati ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 5% per tahun sepanjang 2001–2024, distribusi peningkatan pendapatan belum sepenuhnya mengalir kepada para pekerja.

Ledakan harga komoditas kelapa sawit dan batu bara pada periode 2003–2011 memang sempat meningkatkan pendapatan ekonomi nasional, tetapi sektor-sektor berbasis komoditas tersebut tidak mampu menyerap tenaga kerja formal dalam jumlah besar.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda