BBC Indonesia Bacaan 23 menit

'Saya bisa bunuh, karena kau hamba saya' – Perbudakan di Sumba Timur, warisan kekerasan yang dibalut budaya

'Saya bisa bunuh, karena kau hamba saya' – Perbudakan di Sumba Timur, warisan kekerasan yang dibalut budaya
Keterangan gambar, Marta (bukan nama sebenarnya) adalah korban perbudakan di Sumba Timur. Selama belasan tahun dia mengalami penyiksaan oleh keluarga maramba atau bangsawan Sumba.

Penulis, Quinawaty PasaribuPeranan, Jurnalis BBC News Indonesia

Sumba menyimpan budaya yang tak biasa: perbudakan. Orang-orang dari kasta sosial paling rendah yang disebut ata atau hamba harus mengabdikan seluruh hidupnya beserta keturunannya untuk melayani maramba atau para bangsawan. BBC News Indonesia menemui dua perempuan korban perbudakan yang mengalami kekerasan fisik hingga seksual selama belasan tahun.

Peringatan: Artikel ini memuat rincian kekerasan seksual yang dapat mengganggu kenyamanan Anda. Identitas korban tidak kami ungkap demi alasan keamanan.

"Biarpun kau pergi ke ujung dunia, saya bisa bunuh, karena kau saya punya hamba," sepotong kalimat itu tertancap kuat di ingatan Maria.

Selama belasan tahun lamanya, ia dijadikan hamba atau budak di rumah keluarga maramba atau bangsawan Sumba.

Lanjutkan membaca di BBC Indonesia

Kutipan awal dari BBC Indonesia, ditulis oleh Quinawaty Pasaribu. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda