Rupiah Makin Loyo Picu UMKM Terpuruk, Ekonomi Indonesia Bisa Berdampak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331357/original/032414900_1787539603-sho2.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan rupiah hingga menembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi ancaman bagi keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kenaikan biaya bahan baku impor dan penurunan daya beli masyarakat berpotensi menekan keuntungan sekaligus menghambat penjualan produk UMKM.
Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Edy Misero, mengingatkan ketahanan UMKM menjadi salah satu penopang keberlangsungan ekonomi nasional. Jika UMKM tidak mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi, dampaknya dapat meluas terhadap perekonomian Indonesia.
"Kalau UMKM-nya ambruk, UMKM-nya collapse, ekonomi Indonesia akan collapse. Dan itu kita tidak mau. Kita tidak mau Indonesia collapse,” ujar Edy kepada Liputan6.com, Rabu (4/11/2026).
Edy menjelaskan, pelemahan rupiah meningkatkan biaya produksi UMKM yang masih bergantung pada bahan baku impor.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389915/original/065247200_1793778190-6294047691100591442.jpg)