Ragam tradisi Halloween berbagai negara, tak melulu soal kostum seram

Jakarta (ANTARA) - Halloween yang diperingati setiap 31 Oktober identik dengan kostum menyeramkan, labu berukir, dekorasi horor, dan tradisi trick or treat atau meminta permen dari rumah ke rumah. Namun, perayaan yang populer di berbagai negara ini memiliki beragam tradisi yang tidak selalu berhubungan dengan pesta kostum.
Di sejumlah wilayah, perayaan menjelang awal November juga menjadi kesempatan untuk mengenang keluarga yang telah meninggal, menyantap makanan tradisional, bermain permainan rakyat, hingga mengadakan festival budaya.
Tradisi tersebut berkembang sesuai sejarah, kepercayaan, dan kebiasaan masyarakat setempat. Beberapa negara merayakan Halloween secara langsung, sedangkan negara lainnya memiliki perayaan berbeda yang waktunya berdekatan dan sama-sama berkaitan dengan penghormatan terhadap orang yang telah meninggal.
Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Raihan Fadilah. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392579/original/097369300_1794102327-g_2026_11_07_r_nassar-20261107-016-busan.jpg)
