ANTARA Bacaan 3 menit

Mengapa Halloween dirayakan setiap 31 Oktober? Ini sejarahnya

Mengapa Halloween dirayakan setiap 31 Oktober? Ini sejarahnya
Ketua komunitas K-Pop Squad Lombok Dhea Monica (kiri) bersama wakilnya Mindi Karmila (kanan) saat acara Halloween Night Party di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (31/10/2026). (ANTARA/Fadhlina Shahira)

Jakarta (ANTARA) - Halloween diperingati setiap 31 Oktober dengan berbagai tradisi yang identik dengan suasana menyeramkan, mulai dari mengenakan kostum hantu, mengukir labu menjadi lentera, hingga kegiatan trick or treat atau meminta permen dari rumah ke rumah.

Perayaan ini populer di sejumlah negara, terutama Amerika Serikat, dan kini juga dikenal masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun, di balik kemeriahan pesta kostum dan dekorasi horor, Halloween memiliki sejarah panjang yang berakar dari tradisi masyarakat Kelt kuno di Eropa.

Lantas, mengapa Halloween dirayakan setiap 31 Oktober? Berikut sejarah dan perkembangan tradisi tersebut.

Berawal dari festival Samhain

Asal-usul Halloween kerap dikaitkan dengan Samhain, sebuah festival kuno yang dirayakan masyarakat Kelt di wilayah yang kini mencakup Irlandia, Inggris, dan sebagian Eropa Barat.

Lanjutkan membaca di ANTARA

Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Raihan Fadilah. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda