ANTARA Bacaan 3 menit

Benarkah merokok bisa merusak kualitas sperma? Ini faktanya

Benarkah merokok bisa merusak kualitas sperma? Ini faktanya
Ilustrasi - Dua pengunjung berada di samping banner bertuliskan 'Kawasan Tanpa Rokok' di Tunjungan Plaza Surabaya. ANTARA FOTO/Eric Ireng/ED/NZ/am.

Jakarta (ANTARA) - Merokok selama ini dikenal sebagai kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari gangguan paru-paru hingga penyakit jantung. Namun, dampaknya ternyata tidak hanya berkaitan dengan kesehatan organ tubuh. Kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi pria, termasuk kualitas sperma.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pria yang merokok cenderung memiliki kualitas sperma lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak merokok. Kondisi tersebut dapat memengaruhi peluang terjadinya kehamilan, terutama jika disertai faktor risiko lainnya.

Lantas, benarkah merokok bisa memperburuk kualitas sperma?

Jawabannya adalah fakta. Kandungan zat kimia dalam asap rokok dapat memengaruhi proses pembentukan dan fungsi sperma.

Menurut American Society for Reproductive Medicine (ASRM), paparan asap rokok berkaitan dengan penurunan sejumlah parameter sperma, seperti konsentrasi, pergerakan, dan bentuk sperma. Dampaknya juga cenderung meningkat seiring dengan banyaknya rokok yang dikonsumsi.

Lanjutkan membaca di ANTARA

Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Raihan Fadilah. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda