Cara mengenali uang palsu dengan metode 3D yang benar

Jakarta (ANTARA) - Peredaran uang palsu masih menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai masyarakat ketika melakukan transaksi tunai. Uang dengan tampilan menyerupai Rupiah asli dapat saja diterima tanpa disadari, terutama ketika transaksi berlangsung cepat atau dilakukan dalam kondisi ramai.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat perlu memahami cara memeriksa keaslian uang Rupiah. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Metode ini memanfaatkan ciri-ciri pengaman yang terdapat pada uang Rupiah kertas. Pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan warna, tekstur cetakan, benang pengaman, tanda air, hingga gambar yang saling mengisi ketika uang diarahkan ke cahaya.
Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu ciri. Beberapa bank sentral di dunia juga menganjurkan masyarakat untuk memeriksa lebih dari satu unsur pengaman karena uang palsu dapat dibuat menyerupai tampilan uang asli.
Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh M. Hilal Eka Saputra Harahap. Hak cipta artikel milik penerbit.


