Mengapa labu identik dengan Halloween? Ini sejarah Jack-o'-Lantern

Jakarta (ANTARA) - Labu berukir dengan wajah menyeramkan menjadi salah satu simbol paling ikonik dalam perayaan Halloween yang diperingati setiap 31 Oktober. Labu tersebut biasanya dilubangi, diberi ukiran mata dan mulut, kemudian dipasangi lampu atau lilin agar terlihat menyala dari dalam.
Hiasan yang dikenal dengan nama jack-o'-lantern itu kerap ditempatkan di depan rumah, jendela, atau sudut ruangan untuk menciptakan suasana khas Halloween. Namun, penggunaan labu sebagai simbol perayaan tersebut ternyata berawal dari tradisi lama masyarakat Eropa yang melibatkan sayuran lain.
Sejarahnya juga berkaitan dengan legenda seorang pria bernama Stingy Jack yang konon berhasil memperdaya iblis. Kisah rakyat tersebut berkembang selama berabad-abad hingga melahirkan salah satu tradisi Halloween yang paling dikenal saat ini.
Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Raihan Fadilah. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392579/original/097369300_1794102327-g_2026_11_07_r_nassar-20261107-016-busan.jpg)
