Pemimpin Oposisi Israel Gadi Eisenkot: Karier Politik Netanyahu Habis

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin oposisi Israel Gadi Eisenkot mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mundur dari dunia politik. Ia menilai pemilih telah menolak kepemimpinan Netanyahu dan memperingatkan agar keamanan Israel tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik.
Berbicara di hadapan para pendukungnya di markas Partai Yashar di Tel Aviv pada Rabu (28/10/2026) dini hari, Eisenkot mengatakan masyarakat Israel telah memilih perubahan. Ia berjanji bekerja sama dengan mitra politiknya untuk membentuk pemerintahan yang mewakili seluruh lapisan masyarakat.
"Merupakan sebuah kesalahan jika kembali menggelar pemilu, dan merupakan kewajiban saya untuk melakukan segala hal yang mungkin demi mewujudkan kehendak rakyat," kata Eisenkot, dilansir Anadolu Agency.
Ia mengakui penghitungan suara masih berlangsung dan hasil akhir belum diumumkan. Namun, menurutnya, Netanyahu kini menghadapi mayoritas Zionis yang lebih besar dan kuat, yang menolak keberlanjutan kekuasaannya.
Eisenkot juga menyampaikan pesan langsung kepada Netanyahu agar tidak menjadikan keamanan nasional sebagai alat untuk mempertahankan kepentingan politiknya.
"Jangan berani menggunakan keamanan Israel untuk kepentingan politik Anda," ujarnya.
Ia turut mengingatkan para petinggi lembaga keamanan bahwa Netanyahu saat ini memimpin pemerintahan sementara. Karena itu, Eisenkot menegaskan tanggung jawab mereka adalah melayani masyarakat, bukan kepentingan politik pemerintah.
"Ingatlah bahwa Anda hanya melayani kepentingan warga Israel," katanya.
Ia meminta para pejabat keamanan tetap teguh menghadapi segala upaya untuk menekan mereka dan menyatakan dukungannya terhadap sikap tersebut.
Dalam pidatonya, Eisenkot menyatakan era perpecahan dan hasutan telah berakhir. Ia berjanji membentuk pemerintahan Zionis yang berfokus pada pelaksanaan wajib militer.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika hasil jajak pendapat setelah pemungutan suara atau exit poll masih menunjukkan persaingan ketat antara kubu oposisi dan Netanyahu. Proyeksi terbaru Channel 13 menempatkan kedua blok masing-masing memperoleh 51 kursi di parlemen Israel atau Knesset, sementara partai-partai Arab diperkirakan meraih 18 kursi.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh luc. Hak cipta artikel milik penerbit.



