Nilai Pasar Induk Usaha Google Anjlok Rp 9.051 Triliun, Investor Khawatir Dampak AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1008745/original/033009900_1443859234-Alphabet.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Nilai pasar Alphabet, perusahaan induk Google, merosot lebih dari US$ 500 miliar atau sekitar Rp 9.051 triliun (kurs Rp 18.136 per US$) setelah saham perusahaan teknologi tersebut mengalami tekanan di tengah kekhawatiran investor terhadap dampak pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap bisnis utamanya.
Mengutip laporan BBC, Jumat (30/10/2026), saham Alphabet turun hampir 13% pada perdagangan Kamis dan menjadi kinerja terburuk kedua pada tahun ini. Penurunan tersebut terjadi setelah perusahaan mengungkapkan bahwa fitur ringkasan berbasis AI pada mesin pencari Google mulai memengaruhi pendapatan iklan.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai kemampuan Alphabet mempertahankan sumber pendapatan utamanya di tengah besarnya investasi untuk mengembangkan teknologi AI.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Rachel Aulia. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9348143/original/026185400_1789384005-SKW_0753.jpg)
