Suahasil Minta Jakarta Hati-Hati Terbitkan Obligasi di Tengah Gejolak Global
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9348143/original/026185400_1789384005-SKW_0753.jpg)
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat menemui jajaran pimpinan Kementerian Keuangan di Balai Kota Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Pramono mengungkapkan, pertemuan tersebut membahas sejumlah isu krusial terkait keuangan daerah, mulai dari Dana Bagi Hasil (DBH), pemanfaatan ruang fiskal, hingga peluang penerbitan obligasi daerah.
"Berbagai hal kami bahas, termasuk dana bagi hasil, penyempurnaan ruang fiskal, hingga masalah obligasi,” kata Pramono saat ditemui di Kampung Tanah Merah, Jakarta Utara.
Meski demikian, Pramono belum mau membeberkan hasil konkret dari pembahasan tersebut. Ia juga belum bisa memastikan apakah pemerintah pusat bakal memberikan lampu hijau terhadap rencana penerbitan Obligasi Jakarta.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan patuh dan tegak lurus terhadap arahan serta keputusan pemerintah pusat terkait kebijakan penarikan utang daerah lewat obligasi ini.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arief Rahman Hakim. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4739023/original/098035700_1707469901-Ilustrasi_belanja__supermarket__produk_lokal.jpg)