Menperin Sebut Harga Beras Pecah Impor Rp 5.700, di Bulog Rp 11.000
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386652/original/035823300_1793355309-menperin1.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, berharap Perum Bulog dapat menjual beras pecah (broken rice) dengan harga murah kepada pelaku industri pengolahan makanan dalam negeri. Pasalnya, kebutuhan bahan baku beras pecah bagi industri pengolahan seperti pabrik bihun sangat tinggi.
Sarmuji mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia menyoroti lebarnya jurang harga (gap) antara beras pecah impor dan lokal.
"Pabrik bihun kita, misalnya, sangat membutuhkan bahan baku beras pecah. Di pasar internasional, harganya berkisar Rp 5.700 hingga Rp 6.000 per kilogram. Namun di dalam negeri, harganya dipatok Rp 11.000. Tentu ada selisih yang sangat tinggi," ungkap Sarmuji pada Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arief Rahman Hakim. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234493/original/078426700_1748350903-20250527-Wisata_Kuliner-ANG_8.jpg)

