BBC Indonesia Bacaan 3 menit

Lula da Silva terpilih sebagai presiden Brasil untuk keempat kalinya, cetak rekor sejarah

Lula da Silva terpilih sebagai presiden Brasil untuk keempat kalinya, cetak rekor sejarah
Keterangan gambar, Presiden Brasil terpilih kembali, Luiz Inacio Lula da Silva, menyampaikan pidato kemenangan di markas kampanyenya di dalam Hotel Intercontinental di Sao Paulo, Brasil, pada 25 Oktober 2026.

Penulis, Marina RossiPeranan, BBC News BrasilMelaporkan dari, São PauloPenulis, Leandro PrazeresPeranan, BBC News BrasilMelaporkan dari, Brasilia dan Penulis, Vanessa BuschschlüterPeranan, Editor daring Amerika LatinMelaporkan dari, London

Calon presiden petahana Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, kembali terpilih setelah mengalahkan rivalnya dari sayap kanan, Flávio Bolsonaro.

Setelah seluruh suara dihitung, Lula memperoleh 51,79% suara, menang tipis dari Bolsonaro yang meraih 48,21%, demikian diumumkan Mahkamah Pemilihan Umum Brasil. Bolsonaro belum mengakui kekalahan.

Namun hal itu tidak menghentikan Lula, yang genap berusia 81 tahun pada 27 Oktober mendatang, untuk merayakan kemenangan keempatnya dalam pemilihan presiden.

Jalan Lula menuju kemenangan dalam putaran kedua pemilu pada Minggu (25/10) tidaklah mudah.

Dalam sejarah demokrasi Brasil, belum pernah ada presiden yang berhasil terpilih kembali untuk masa jabatan tambahan kedua.

Selain itu, kemenangan setelah menempati posisi kedua pada putaran pertama pemungutan suara juga merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lula berhasil melawan tren yang terjadi di Amerika Latin, ketika banyak pemilih tidak memilih calon petahana dan beralih mendukung kandidat-kandidat dari sayap kanan.

Kampanye Lula bangkit setelah kekalahan di putaran pertama. Ia memimpin upaya besar-besaran melalui media sosial yang disertai demonstrasi jalanan.

Akhir dari Paling banyak dibaca

Meskipun demikian, mantan pekerja logam ini menghadapi lanskap politik yang paling menantang sejak pertama kali menjabat presiden pada 2003.

Masa jabatan barunya, yang akan dimulai pada 5 Januari 2027, akan dimulai di tengah kendala signifikan di dalam dan luar negeri, termasuk permusuhan dari Presiden AS Donald Trump.

Meski tidak memberikan dukungan terbuka kepada Flávio Bolsonaro, pemerintahan Trump diyakini lebih menginginkan Brasil dipimpin oleh tokoh konservatif.

Lanjutkan membaca di BBC Indonesia

Kutipan awal dari BBC Indonesia, ditulis oleh Marina Rossi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda