Lubang di Langit Membesar, 7 Kali Lebih Luas dari Wilayah NKRI

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan kelautan dan atmosfer Amerika Serikat (NOAA) serta NASA mengumumkan bahwa lubang ozon di atas Antartika tahun 2026 menjadi salah satu yang terbesar dalam 48 tahun pemantauan.
Lubang ozon bukanlah lubang terbuka yang memisahkan langit, melainkan penurunan drastis jumlah gas ozon di lapisan stratosfer yaitu bagian atmosfer yang berada 10 hingga 50 kilometer di atas permukaan Bumi. Lapisan ozon berfungsi sebagai perisai alami yang menyaring sinar ultraviolet berbahaya dari matahari. Tanpa lapisan ini, sinar tersebut dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan mata, melemahkan daya tahan tubuh, serta merusak tanaman dan hewan.
Penurunan ini terjadi karena zat buatan manusia seperti klorofluorokarbon atau CFC, yang dulunya banyak dipakai pada pendingin ruangan, kulkas, dan semprotan, terbang ke atas dan memecah molekul ozon saat terkena sinar matahari di musim semi Antartika.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.



