CNBC Indonesia Bacaan 1 menit

Amerika Bunyikan Genderang Perang di Balik Bulan

Amerika Bunyikan Genderang Perang di Balik Bulan
Foto: Pemandangan Bumi yang melintas di balik Bulan seperti yang difoto melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion pada 6 April 2026, selama penerbangan lintas awak Artemis II. (via REUTERS/NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat secara resmi menyatakan wilayah sisi jauh Bulan sebagai "medan pertempuran". Pemerintah AS berencana meluncurkan lima satelit militer ke orbit Blan sebelum 2029. Langkah ini memicu kekhawatiran pecahnya perlombaan senjata di luar angkasa.

Dalam pemberitahuan resmi kepada industri kedirgantaraan, Pentagon menyatakan rencana untuk mengirim wahana pengintai mengelilingi sisi Bulan yang tidak pernah terlihat dari Bumi.

Mayor Jenderal Stephen Purdy menegaskan bahwa ini bukan sekadar proyek penelitian ilmiah. "Ini bukan proyek sains yang berlangsung empat atau lima tahun. Ini soal kemampuan militer yang harus segera dimiliki."

Lima satelit yang direncanakan menjadi cikal bakal jaringan pengawasan yang lebih luas di wilayah yang disebut ruang antara Bumi dan Bulan atau cislunar. Tujuannya untuk memantau aktivitas negara lain yang juga berencana menjangkau Bulan.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda