CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Rakyat Bersatu Tolak Proyek Data Center, Presiden Tak Berkutik

Rakyat Bersatu Tolak Proyek Data Center, Presiden Tak Berkutik
Foto: Presiden AS Donald Trump memberikan isyarat saat rapat umum kampanye untuk Senator AS Jon Husted (R-OH) dan calon gubernur Vivek Ramaswamy di Youngstown, Ohio, AS, pada 12 Oktober 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu sela (midterm) Amerika Serikat (AS) memicu guncangan di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kemenangan ini mempertegas pergeseran drastis sentimen publik yang kini berbalik menentang pembangunan proyek pusat data (data center) raksasa, yakni motor utama penopang lonjakan bursa saham dan pertumbuhan ekonomi AS.

Presiden AS Donald Trump dalam berbagai kesempatan menentang untuk memperlambat pengembangan teknologi AI. Namun, Trump kini tak berkutik ketika gelombang protes pembangunan data center AI dari masyarakat akhirnya terpampang nyata pada hasil pemilu sela.

Kemenangan Demokrat di panggung politik AS diprediksi para investor bakal menjadi penahan rem mendadak (sudden brake) bagi ekspansi infrastruktur AI.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda