BBC Indonesia Bacaan 12 menit

Karhutla melanda belasan taman nasional sepanjang 2026 - 'Ini menunjukkan kegagalan berlipat Satgas Taman Nasional'

Karhutla melanda belasan taman nasional sepanjang 2026 - 'Ini menunjukkan kegagalan berlipat Satgas Taman Nasional'
Keterangan gambar, Kebakaran di TN Way Kambas, Lampung Timur, mendekati pagar gajah di sekitar kandang gajah jantan Pusat Konservasi Gajah sejak Sabtu (24/10/2026) hingga Minggu.

Penulis, Quinawaty PasaribuPeranan, Jurnalis BBC News Indonesia

Sedikitnya 14 taman nasional di Indonesia dilaporkan mengalami kebakaran sepanjang 2026. Lembaga pemerhati lingkungan, Walhi menyebut kejadian tersebut sebagai yang "terbesar" dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Manager Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional, Uli Arta Siagian, menilai masifnya kebakaran di taman nasional menunjukkan gagalnya peran Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional yang dipimpin Hashim Djojohadikusumo.

"Jadi asumsi atau kekhawatiran kami di Walhi sejak awal bahwa Satgas Taman Nasional ini dibentuk hanya berorientasi untuk mendapatkan uang dengan klaim menjaga taman nasional, akhirnya terbukti," ujar Uli.

BBC News Indonesia sudah menghubungi Wakil Ketua Satgas, Raja Juli Antoni, namun tidak ada tanggapan.

Dalam perkembangannya terbaru di Taman Nasional Way Kambas, pihak otoritas mengklaim kebakaran sudah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih membasahi area yang terbakar agar bara api tidak kembali muncul.

Seperti apa kebakaran di Taman Nasional Way Kambas?

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, masih menyisakan titik api hingga Senin (26/10).

Kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi itu menghadapi tantangan pemadaman, terutama di kawasan gambut yang dapat kembali mengeluarkan bara api.

Humas Balai Taman Nasional Way Kambas, Riri Fitriandi, mengatakan kebakaran yang terjadi sejak Agustus 2026 berada di lokasi berbeda dengan kebakaran yang kembali muncul pada September dan Oktober.

Akhir dari Paling banyak dibaca

Menurut Riri, kebakaran pada Agustus terjadi di wilayah selatan TNWK. Sementara itu, kebakaran yang mulai terdeteksi sekitar 19 September terjadi di wilayah utara, tepatnya di kawasan Cabang, yang memiliki lahan gambut dan hingga kini belum sepenuhnya padam.

"Yang Agustus itu kan di wilayah selatan. Yang sempat viral itu. Terus dari September kemarin itu di wilayah utara. Yang mulai tanggal 19 September kalau enggak salah, 19 September itu di utara, di wilayah Cabang," kata Riri saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Bandar Lampung, Senin (26/10).

Lanjutkan membaca di BBC Indonesia

Kutipan awal dari BBC Indonesia, ditulis oleh Quinawaty Pasaribu. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda