Harry Kane akhiri penantian 25 tahun Inggris raih Ballon d'Or – Bagaimana dia menentang tren yang ada?

Harry Kane menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan Ballon d'Or sejak Michael Owen pada 2001 setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia dalam sebuah seremoni di London.
Penyerang Bayern Munich berusia 33 tahun itu menjadi pemain Inggris kelima yang meraih penghargaan tersebut.
Sebelumnya, penghargaan yang dianggap sebagai yang paling bergengsi bagi individu di dunia sepak bola itu pernah dimenangkan oleh Stanley Matthews (1956), Bobby Charlton (1966), serta Kevin Keegan (1978 dan 1979).
Dari wilayah United Kingdom (UK) secara keseluruhan, hanya ada dua pemenang lain, yakni Denis Law dari Skotlandia (1964) dan George Best dari Irlandia Utara (1968).
Penyerang Real Madrid dan tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, menempati posisi kedua dalam pemungutan suara, sementara bintang muda Barcelona dan Spanyol, Lamine Yamal, berada di peringkat ketiga.
"Tak banyak orang yang membayangkan ini bisa terjadi. Bahkan mungkin saya sendiri tidak pernah membayangkan bisa sampai sejauh ini," kata Kane kepada DAZN.
"Saya harus melalui banyak pasang surut, terutama pada awal karier saya. Saya bukan sosok yang sejak awal diprediksi akan menjadi superstar seperti beberapa pemain muda saat ini.
"Saya harus bersabar dan bekerja keras. Berkali-kali saya harus berjuang melawan keraguan dalam diri sendiri. Saya harus melewati semuanya dengan keyakinan, tekad, dan kepercayaan diri.
Akhir dari Paling banyak dibaca
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
"Itulah yang membuat saya tetap membumi ketika akhirnya mencapai level tertinggi, sekaligus terus mendorong diri untuk berkembang dan menjadi lebih baik."
Manajer timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengaku "sangat senang" melihat Kane meraih penghargaan tersebut. Ia menyebut keberhasilan striker itu sebagai "sebuah kehormatan besar".
Kutipan awal dari BBC Indonesia, ditulis oleh BBC News Indonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



