Gaya Hidup Dumpster Diving, Mengais Rezeki dari Barang Buangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389065/original/060197600_1793695282-Urban_Alley_Dumpster_Clothing_Find.jpg)
Selain menghemat pengeluaran, aktivitas dumpster diving juga dilatarbelakangi keprihatinan terhadap banyaknya barang yang sebenarnya masih bisa digunakan tetapi berakhir menjadi sampah.
Charlotte Bayford, perempuan berusia 44 tahun dari Essex, Inggris, misalnya, memanfaatkan momen ketika mahasiswa Universitas Essex pulang untuk liburan musim panas. Pada periode tersebut, banyak mahasiswa membuang barang yang tidak ingin mereka bawa pulang, termasuk produk perlengkapan mandi yang masih terisi sebagian.
Charlotte mengaku sudah tidak membeli sampo selama delapan tahun berkat barang-barang yang ditemukannya.
"Saya rasa hal itu sudah menghemat cukup banyak uang," ujarnya.
Ia juga pernah menemukan makanan kaleng yang masih tersegel dan dalam kondisi baik. Sebagian barang yang diperoleh disumbangkan kepada badan amal, sedangkan barang bernilai tertentu dijual kembali.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Dreyandra Puteri Valzabilbina. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385899/original/019675300_1793278462-IMG_8516.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380292/original/081701100_1792665875-IMG_5412.jpeg)
