Empat Pelajar Jakarta Ukir Prestasi di Seoul, Aplikasi Karya Mereka Laku Rp 200 Juta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389354/original/007381500_1793708319-Siswa_Inovasi.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Empat pelajar Jakarta Intercultural School berhasil mengembangkan Loop, sebuah platform pelacak sampah. Inovasi ini pun meraih Gold Award dan IFIA Best Inventors' Award dalam ajang Korea International Youth Olympiad (KIYO 4i) 2026 di Seoul, Korea Selatan, pada Juli lalu.
Platform Loop menjadi bentuk kepedulian keempat pelajar tersebut terhadap lingkungan. Keempat pelajar tersebut adalah Scrapmint, Winston Tedja, Jiaming Sun, Kathan Lau, dan Junyoung Kwak
Tidak berhenti pada prestasi internasional, aplikasi yang mereka kembangkan juga diakuisisi oleh NextLoop, perusahaan pengelolaan sampah yang beroperasi di Indonesia, dengan nilai transaksi Rp 200 juta.
Menariknya, keempat pelajar tersebut memutuskan untuk mengembalikan seluruh hasil akuisisi untuk mendukung berbagai inisiatif lingkungan dan aksi iklim di Indonesia dan Korea Selatan.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Tim Tekno. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)