Banyak Perusahaan Mulai Menyesal PHK Besar-besaran Imbas AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316962/original/070809900_1785997998-Ilustrasi_PHK-UnsplashVitaly_Gariev.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI) sempat menjadi tren di kalangan perusahaan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kebijakan tersebut kini justru mulai disesali sejumlah perusahaan.
Perusahaan layanan karier asal Amerika Serikat, Outplacement Challenger, Gray & Christmas, dalam temuannya pada Mei 2026 mengungkapkan bahwa sebanyak 40% perusahaan melakukan PHK dengan AI sebagai alasan utama.
Namun, riset terbaru menunjukkan adanya perubahan sikap perusahaan yang sebelumnya melakukan PHK akibat AI. Sejumlah perusahaan mulai menyesali keputusan tersebut dan mengubah strategi dengan kembali merekrut pekerja yang sebelumnya diberhentikan. Fenomena ini dikenal sebagai AI rebounding atau efek pantulan balik AI.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Cahya Alena Fauza. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9348143/original/026185400_1789384005-SKW_0753.jpg)
