Liputan6 Bacaan 1 menit

BI Catat Aliran Modal Asing Masuk US$ 13,23 Miliar

BI Catat Aliran Modal Asing Masuk US$ 13,23 Miliar
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (Foto: Liputan6.com/ Immanuel Christian).

Meski aliran modal asing kembali masuk, nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan. Rupiah bergerak di level 18.145 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 2 November 2026, setelah sempat menguat hingga level 17.830 per dolar AS pada akhir September 2026.

Destry menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS yang berlanjut, serta dinamika sentimen investor global terhadap aset-aset emerging markets.

"Pelemahan ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat, serta perubahan sentimen investor global terhadap aset negara berkembang," tutur Destry.

Guna memperkuat daya tarik modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 5,75% pada Oktober 2026.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda