CNBC Indonesia Bacaan 4 menit

Dari Selat Hormuz hingga El Nino, Ujian Besar Ketahanan Energi RI

Dari Selat Hormuz hingga El Nino, Ujian Besar Ketahanan Energi RI
Foto: Foto aerial salah satu lokasi PLTS ground-mounted terbesar di Indonesia dengan kapasitas 100 Megawatt peak (MWp) di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (Dok. PT PLN (Persero)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gejolak geopolitik dan meningkatnya risiko bencana alam menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi Indonesia, termasuk upaya mengakselerasi pemanfaatan energi terbarukan.

Krisis geopolitik dan bencana alam menghadirkan dua tekanan sekaligus bagi sektor energi. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga global, sementara perubahan iklim menguji keandalan pembangkit dan jaringan listrik domestik.

Peneliti Institute for Essential Services Reform (IESR) Deon Arinaldo menilai situasi geopolitik dan perubahan iklim kini menjadi dua faktor yang semakin menentukan arah kebijakan energi Indonesia. Konflik internasional dapat mendorong kenaikan harga komoditas energi, sedangkan cuaca ekstrem berpotensi mengganggu produksi pembangkit hingga distribusi listrik.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh luc. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda