Pemerintah Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5% di 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389275/original/081441400_1793702788-email-attachment_2026_11_03_immanuel-christian_kssk-ekonomi-ri-diproyeksi-tumbuh-54-55-tekanan-global-meningkat_IMG_8631.jpeg)
Dari sisi APBN, realisasi pendapatan negara hingga akhir September 2026 mencapai Rp 2.341,5 triliun atau tumbuh 25,5% (yoy). Penerimaan perpajakan menyumbang Rp 1.847,7 triliun, kepabeanan dan cukai sebesar Rp 240,1 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menembus Rp 492,3 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 2.660,5 triliun (tumbuh 19% yoy), yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 2.061,3 triliun dan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 599,2 triliun.
Suahasil menekankan bahwa APBN akan terus dioptimalkan sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli masyarakat.
"APBN terus berfungsi sebagai shock absorber melalui subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, dan berbagai program penciptaan lapangan kerja," tegasnya.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389297/original/000430300_1793703786-1000494787.jpg)
