Liputan6 Bacaan 1 menit

Rupiah Anjlok ke 18.145 per Dolar AS, BI Siapkan 4 Jurus Penyelamat

Rupiah Anjlok ke 18.145 per Dolar AS, BI Siapkan 4 Jurus Penyelamat
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti dalam konferensi pers rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Liputan6.com/Immanuel Christian).

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah tertekan hingga menyentuh 18.145 per dolar AS pada 2 November 2026. Pelemahan ini terdorong oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, berlanjutnya pengetatan moneter di AS, serta sentimen negatif investor global terhadap aset negara berkembang.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah meningkat setelah mata uang Garuda sempat menguat ke level Rp 17.830 per dolar AS pada akhir September 2026.

"Pelemahan ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS, serta kecenderungan investor global yang menghindari risiko aset negara berkembang," ujar Destry dalam konferensi pers rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda