Dampak Kekeringan di RI, Pasokan Nikel Baterai Mobil Listrik China Terancam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5238226/original/077007800_1748685551-20250531-Demam_Nikel-AFP_4.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Kekeringan parah yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia berdampak pada penurunan output nikel sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Kondisi ini berpotensi memicu risiko gangguan pada rantai pasokan industri mobil listrik China maupun global.
Indonesia memegang peranan kunci dalam rantai pasokan EV global sebagai produsen nikel terbesar di dunia yang mengolah logam tersebut menjadi komponen baterai lithium-ion.
Namun, kemarau berkepanjangan memaksa sejumlah fasilitas pengolahan (smelter) nikel mengurangi kapasitas produksinya. Lembaga analisis pasar CRU Group menilai situasi ini dapat menciptakan ketidakpastian di seluruh rantai nilai bahan baku baterai.
Pabrik pengolahan nikel membutuhkan volume air sangat besar untuk proses ekstraksi melalui metode pelarutan asam bertekanan tinggi (high-pressure acid leach/HPAL).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Cahya Alena Fauza. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380292/original/081701100_1792665875-IMG_5412.jpeg)

