Cara Mudah Bedakan Video Deepfake AI dengan yang Asli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2903818/original/035392200_1567757332-Ilustrasi_Deepfake_-_Kredit_Facebook.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin canggih hingga bisa mengelabui orang melalui konten media deepfake AI.
Dulu, mengenali konten palsu itu mudah hanya dengan dilihat dari jari tangan yang berlebih atau tekstur yang aneh. Namun, tanda-tanda tersebut kini sebagian besar telah hilang.
Menurut Marijus Briedis, Chief Technology Officer di perusahaan keamanan online NordVPN, mengandalkan cacat visual sudah tidak lagi relevan karena masifnya perkembangan teknologi. Demikian sebagaimana diwartakan Mashable, Senin (2/11/2026).
Masalahnya bukan sekadar soal misinformasi. Kejahatan siber berbasis deepfake mencatatkan kerugian global hingga lebih dari USD 148 miliar (sekitar Rp 2,6 kuadriliunan) pada 2025, melonjak lebih dari 25 persen dari tahun sebelumnya.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Aisyah Mustika Zamani. Hak cipta artikel milik penerbit.



