Bukan Erupsi, Pakar Ungkap Pemicu Banjir Lahar Dingin Semeru

Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono menyebut pemicu banjir lahar dingin dari Gunung Semeru adalah curah hujan tinggi sejak Minggu (1/11). Menurutnya, banjir lahar dingin semacam ini tak harus didahului erupsi baru.
"Berdasarkan laporan telemetri sementara periode 1-2 November 2026, curah hujan harian tercatat sangat tinggi. Curah hujan setinggi ini berpotensi memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta banjir lahar pada sungai yang memiliki endapan material vulkanik," ujar Daryono dalam keterangannya, Senin (2/11).
"Perlu dipahami bahwa banjir lahar hujan tidak harus didahului erupsi baru, karena hujan lebat dapat mengerosi dan mengangkut material vulkanik yang telah terendapkan di lereng maupun alur sungai," tambahnya.
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388106/original/077592600_1793600373-cropped-78fd2b12-3153-4ea4-9486-e911cbfc767c.jpg)

