HP China Sudah Tidak Laku, Xiaomi Kini Punya Mesin Uang Baru

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri smartphone global kembali dihantam badai besar. Pengiriman ponsel pintar secara global merosot tajam hingga 20% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III-2026, mencatatkan level terendah untuk periode kuartal ketiga sejak tahun 2012.
Di tengah krisis ini, produsen smartphone asal China menjadi korban yang terkena dampak paling parah. Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa merek-merek papan atas China mengalami penurunan pengiriman yang sangat drastis akibat lonjakan biaya chip memori (DRAM dan NAND) serta kelangkaan pasokan komponen global.
Lonjakan biaya chip memori dipicu oleh masifnya aksi borong pasokan dari proyek-proyek infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kondisi tersebut membengkakkan biaya komponen (Bill of Materials) dan memaksa produsen menaikkan harga eceran ponsel hingga rata-rata 20% sepanjang 2026.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)

