ANTARA Bacaan 5 menit

Benarkah nasi dingin lebih sehat? Ini pengaruhnya pada gula darah

Benarkah nasi dingin lebih sehat? Ini pengaruhnya pada gula darah
Sajian paket jualan nasi lauk pauk karya pelaku usaha rumah makan asal Gorontalo Fatmawaty. ANTARA/HO-dokumentasi pribadi (Cabai)

Jakarta (ANTARA) - Nasi merupakan makanan pokok yang dikonsumsi banyak masyarakat Indonesia. Namun, cara penyajiannya kerap menimbulkan pertanyaan, terutama mengenai perbedaan manfaat nasi yang baru matang dan nasi yang sudah didinginkan.

Sebagian orang menganggap nasi dingin lebih sehat karena memiliki kandungan pati resisten yang lebih tinggi. Sementara itu, nasi hangat sering dipilih karena teksturnya lebih lembut dan baru selesai dimasak. Perbedaan suhu ternyata dapat memengaruhi struktur pati dalam nasi, termasuk cara tubuh mencerna karbohidrat tersebut.

Lantas, apakah nasi dingin benar-benar lebih sehat daripada nasi hangat? Untuk memahaminya, penting mengetahui perubahan yang terjadi pada nasi setelah dimasak dan didinginkan, serta bagaimana pengaruhnya terhadap kadar gula darah.

Lanjutkan membaca di ANTARA

Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh M. Hilal Eka Saputra Harahap. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda