Bangkai kapal tertua di dunia ditemukan di lepas pantai Turki setelah tenggelam 4.500 tahun silam

Penulis, Alison FrancisPenulis, Rebecca Morelle dan Penulis, Kevin ChurchPeranan, BBC News Science
Bangkai kapal tertua di dunia telah ditemukan di lepas pantai Turki, menurut para arkeolog.
Mereka memperkirakan kapal tersebut berusia antara 4.400 hingga 4.700 tahun, berasal dari Zaman Perunggu Awal (Early Bronze Age), yakni pada periode yang hampir bersamaan dengan pembangunan Piramida Agung Giza.
Struktur kayu kapal itu sudah hancur, tetapi guci-guci penyimpanan dari keramik yang diangkutnya ditemukan tergeletak di dasar laut.
Menariknya, beberapa di antaranya masih menyimpan jejak bahan yang pernah dibawa di dalamnya.
Para arkeolog yang menemukan kapal tersebut mengatakan panjangnya sekitar 10 meter dan digunakan sebagai kapal dagang yang mengangkut muatan melintasi Laut Mediterania.
"Bangkai kapal ini bagaikan kapsul waktu di dasar laut," kata Prof. Hakan Öniz dari Universitas Akdeniz, Turki, yang memimpin ekspedisi Asosiasi Arkeologi Mediterania tersebut.
Bangkai kapal itu ditemukan dekat pesisir Pulau Kekova di Antalya, Turki.
Artefak-artefaknya tersebar di lereng bawah laut, hanya sekitar 30 meter di bawah permukaan laut.
Akhir dari Paling banyak dibaca
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Para arkeolog menemukan tiga jangkar batu berukuran besar, serta lebih dari 30 wadah penyimpanan keramik yang dikenal sebagai amphora.
Karena tidak ada bagian kayu kapal yang tersisa, para peneliti tidak dapat menggunakan metode seperti penanggalan radiokarbon, yang mengukur bentuk karbon tertentu dalam material organik, untuk menentukan usia kapal tersebut.
Sebagai gantinya, para arkeolog menganalisis bentuk amphora. Gaya pembuatan tembikar berubah dari masa ke masa, sehingga setiap desain umumnya dapat dikaitkan dengan periode sejarah tertentu.
Keramik yang ditemukan di Kekova memiliki ciri khas berupa dua pegangan, tonjolan di bagian tengah, serta dasar yang datar.
Kutipan awal dari BBC Indonesia, ditulis oleh Alison Francis. Hak cipta artikel milik penerbit.



