Bahlil Ungkap Syarat Restui Ekspor Listrik RI ke Singapura

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan ekspor listrik ke Singapura hanya bisa dilakukan dengan satu syarat.
Bahlil menyebut syaratnya terkait harga. Jika harga yang ditawarkan sesuai dengan perhitungan pemerintah dan menguntungkan Indonesia. Jika deal harga tak tercapai, pemerintah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan listrik dalam negeri.
Kementerian ESDM telah menghitung harga listrik yang ditawarkan dalam proposal yang disampaikan ke Singapura. Menurut Bahlil, pemerintah tidak ingin harga ekspor listrik diturunkan hanya karena adanya lobi kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
"Yang pertama kita perhatikan harus saling menguntungkan. Kalau harganya belum cocok, kita enggak bisa. Karena itu saya minta Danantara enggak boleh dilobi untuk mau mengikuti agar harga bisa turun," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/11).
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369036/original/045761400_1791460308-Menteri_Perindustrian_M.Sarmuji-8_Oktober_2026b.jpg)