Bahlil Mau Tiru Hilirisasi Logam Tanah Jarang ala China

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai Indonesia perlu mencontoh China dalam mengelola sumber daya alam (SDA), khususnya melalui hilirisasi logam tanah jarang.
Menurut dia, China tak hanya mengolah mineral untuk menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadikannya sebagai alat tawar dalam hubungan geopolitik.
Bahlil mencontohkan bagaimana produk hasil hilirisasi logam tanah jarang menjadi salah satu faktor dalam tarik-menarik kepentingan China dan Amerika Serikat (AS). Padahal, pada era 1980-an, logam tanah jarang belum banyak dipandang sebagai bahan baku penting bagi perkembangan teknologi.
"China hari ini melakukan diplomasi dengan Amerika itu tarik-menariknya dengan hasil industri hilirisasi daripada logam tanah jarang yang pada tahun-tahun 80-an logam tanah jarang itu orang belum berpikir akan menjadi satu bahan baku yang penting bagi perkembangan teknologi,"…
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386434/original/046002500_1793347769-6280722890072200397.jpg)

