Bahan Baku Popok Sampai Pipa RI Masih Impor, Ini Penyebabnya

Bogor, CNBC Indonesia - Industri petrokimia Indonesia menghadapi persoalan yang cukup ironis. Sejumlah produk sebenarnya sudah mampu diproduksi di dalam negeri dengan kapasitas besar, tetapi impor masih terus masuk dan menekan penyerapan produk lokal.
Dua produk yang menjadi sorotan adalah polyvinyl chloride (PVC) dan superabsorbent polymer (SAP). Keduanya memiliki kebutuhan domestik yang cukup besar, mulai dari bahan baku konstruksi hingga produk kebutuhan sehari-hari seperti popok bayi.
Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Sri Bimo Pratomo mengungkapkan, Indonesia bahkan telah menjadi produsen PVC terbesar di kawasan ASEAN. Kapasitas produksi nasional pada 2026 mencapai 1,22 juta ton per tahun.
"Kalau kita lihat pada 2026, Indonesia ini sudah mengoptimalkan kapasitas hingga 1,22 juta ton per tahun, sehingga menjadi leading produsen PVC di ASEAN.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Ferry Sandi. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392060/original/006396300_1793969766-email-attachment_2026_11_06_ariefhakim-at-klyid_kbi-kini-lepas-dari-danareksa-langsung-di-bawah-danantara_1000498112.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392016/original/024084100_1793964587-teuku.jpg)