CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar
Foto: Ilustrasi/ Dollar/ Aristya Rahadian

Sabang, CNBC Indonesia - Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia berada di sekitar 1,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2026 dan melebar menjadi 1,6% pada 2027.

Angka defisit itu jatuh makin dalam bila dibandingkan dengan defisit 0,1% yang dicapai pada 2025.

"Defisit transaksi berjalan yang melebar tersebut menunjukkan Indonesia masih membutuhkan pembiayaan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) dan bisa menjadi faktor yang melemahkan nilai tukar rupiah," katanya saat media briefing Bank Indonesia di Sabang, Aceh pada Kamis (5/11/2026).

Defisit yang melebar, menurut Irman, disebabkan oleh kenaikan biaya impor energi berpotensi memperlebar defisit neraca perdagangan minyak dan gas.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda