80% LPG RI Masih dari Impor, Begini Jurus Bahlil Cari Penggantinya

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam negeri.
Tak tanggung-tanggung, Indonesia masih mengimpor sekitar 80% dari total kebutuhan LPG dalam negeri.
Dari kebutuhan sekitar 11-12 juta ton per tahun, produksi LPG nasional masih kurang dari 2 juta ton per tahun atau hanya sekitar 1,8 juta ton per tahun.
"Memang sekarang untuk gas (alam) kita tidak impor. Tapi yang masih kita impor gas berbentuk LPG. Indonesia masih 80% impor LPG," kata Bahlil pada acara pembukaan Forek Hulu Migas 2026, di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Chandra Dwi Pranata. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217905/original/082312500_1667827564-WhatsApp_Image_2022-11-07_at_17.09.54.jpeg)
