Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384542/original/042003700_1793175418-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_13.00.56__2_.jpeg)
Amran geram, tindakan tersebut diduga dilakukan untuk mengantongi keuntungan besar. Masalanya, beras SPHP yang dileluarkan Bulog mendapat subsidi dari pemerintah agar bisa diterima lebih murah sesuai harga eceran tertinggi (HET) di tingkat masyarakat atau konsumen akhir.
"Karena barang subsidi ini yang harusnya dijual Rp 12.500, dijual ke mereka (dari Bulog ke pengecer) Rp 11.500, tetapi ini dibongkar. Ini kan kejahatan. Ini dibongkar kemudian dijadikan premium atau dioplos, dicampur beras yang tidak bagus, kemudian dioplos," ungkap Amran di kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
Ratusan Ton Beras Dioplos
Dia menemukan dua modus. Pertama, beras SPHP Bulog dibongkar dari kemasan aslinya untuk dibungkus kembali dengan kemasan baru dengan label berbeda. Kedua, beras SPHP dicampur dengan beras merek lain dan dikemas kembali dengan label premium.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arief Rahman Hakim. Hak cipta artikel milik penerbit.



